Bakamla Bantah Indonesia Marak Pembajakan di Laut

495

Badan Keamanan Laut (Bakamla) menyatakan keamanan laut Indonesia hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Rumor mengenai adanya perompakan yang begitu banyak di wilayah laut Indonesia sepanjang 2015 adalah hal yang tidak benar.

“Tidak ada piracy (pembajakan) yang sebanyak 80-an di Indonesia, karenanya hingga saat ini keamanan laut Indonesia masih terjaga,” kata Kepala Bakamla Laksamada Madya Maritim D.A. Mamahit di Jakarta, Rabu (24/2).

Sebelummya, sebuah lembaga internasional melaporkan bahwa sepanjang Januari-September 2015 telah terjadi 86 kasus piracy (pembajakan) kapal di wilayah laut Indonesia.

Laporan lembaga tersebut juga menyatakan dalam lima tahun terakhir angka pembajakan kapal di wilayah laut Indonesia terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2010 terdapat 26 kasus, 2011 (30), 2012 (51), 2013 (68), 2014 (72) dan 2015 (86). Angka-angka tersebut menjadikan Indonesia berada diperingkat teratas diantara negara-negara ASEAN dalam hal kejadian pembajakan kapal.

Mamahit menambahkan, pihaknya tidak menampik adanya pembajakan kapal di wilayah laut Indonesia. Namun, angka kejadian yang terekam pihaknya tidak sebanyak itu.

“Memang ada beberapa kejadian yang kami record tahun 2015 lalu, paling tidak hanya ada dua kapal. Tahun 2016 ini belum ada kejadian pembajakan. Jadi, keamanan laut kita masih terjaga,” tegasnya.

Menurutnya, perlu diperjelas apa yang dinamakan pembajakan, perompakan dan pencurian. Jangan sampai, kejadian hanya pencurian dibilang pembajakan. “Kalau yang jumlahnya 80-an tadi disebut pembajakan, tentu kami tolak pernyataan itu,” ujarnya.

 

Penulis: Ismadi Amrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here